Jka kondisi ini dibiarkan maka peningkatan prestasi atlet di setiap cabang olahraga akan mengalami ketimpangan, dengan kata lain atlet secara individual belum tentu mampu menguasai teknik yang baik dan benar pada satu sisi dan secara akumulasi prestasi olahraga secara umum tidak akan meningkat serta cenderung akan mengalami kondisi stagnan. Hal ini tentunya akan menjadi kendala dalam peningkatan prestasi atlet di setiap cabang olahraga yang akan berpengaruh pada prestasi di tingkat nasional dan internasional, tujuan jangka pendek yaitu pencarian bibit atlet muda untuk regenerasi tidak akan tercapai.
Beberapa pokok permasalahan harus diperhatikan oleh Pelatih atau stake holder pengguna jasa :
- Bagaimanakah kompetensi berkomunikasi pelatih sebagai pemimpin dalam pembinaan prestasi atlet
- bagaimanakah peran pelatih dalam membangun komunikasi sebagai motivator dalam pembinaan atlet.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka perlu adanya standarisasi berkomunikas Pelatih kepada atlit dan lingkungan kerja dipastikan bahwa Pelatih memiliki kompetensi berkomunikasi face to face (tatap muka) para pelatih harus mau dengan jiwa besar (sportivitas) mau mengukur kompetensi yang dimiliki dalam berkomunikasi danmau untuk meningkatkan jika masih belum memenuhi standarasisai yang ada.
kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menyajikan/melaksanakan pelatihan (face to face). Standarisasi yang
diperlukan untuk memastikan kompetensi Pelatih dalam berkomunikasi ada pada tabel di bawah ini :- Kompetensi ini berlaku untuk menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi latihan, menerapkan pelatihan yang tepat dalam melatih, memonitor proses latihan dalam situasi pelatihan yang digunakan untuk melaksanakan program latihan.
- Pelatihan yang dimaksud adalah coaching, konseling dan mentoring.
Standar
- Standar kompetensi komunikasi terkait dengan program latihan.
- Tata tertib atlet atau yang relevan.
PANDUAN PENILAIAN.
Konteks penilaian
- Penilaian dilakukan pada aspek pengetahuan, keterampilan, sikapkerja, proses dan hasil yang dicapai dalam melaksanakan pelatihan.
Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi latihan, menerapkan komunikasi yang tepat dalam situasi pelatihan, memonitor proses latihan dalam situasi pelatihan untuk mamastikan latihan bagian dari program pelatihan.
- Penilaian dapat dilakukan dengan kombinasi metode: lisan, tertulis,observasi, dan atau portofolio.
- Penilaian dapat dilaksanakan di salah satu atau kombinasi dari: Lapangan, kelas.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.
- Hubungan kerja yang baik antara atlet dengan Pelatih dalam proses latihan
- Program latihan yang sesuai dengan situasi pelatihan.
- Hirarki dan urutan proses pelatihan.
Keterampilan
- Mewujudkan hubungan kerja yang baik antara atlet dengan pelatih dalam bentuk saling memahami peran masingmasing.
- Membimbing atlet.
- Melaksanakan proses pelatihan.
Sikap kerja yang diperlukan
1. Konsistensi dalam menjaga kontak dengan peserta pelatihan.
Aspek kritis
Ketepatan dalam mengelola pelatihan dan tempat pelatihan.
Maka dapat diketahui bahwa betapa pentingnya sikap keterbukaan pelatih saat latihan maupun lomba, adanya sikap empati pelatih untuk atlet seharusnya lebih mendapat perhatian, sikap mendukung yang sangat membantu dalam peningkatan prestasi atlet, pentingnya sikap positif dalam program latihan atlet untuk meningkatkan prestasi, dan pentingnya sikap kesetaraan pelatih kepada seluruh atlet.
KESIMPULAN
Pelatih dalam menjalankan profesinya memerlukan falsafah, agar mampu membina dan membentuk karakter, terutama Pelatih yang melatih atlet usia dini atau pembibitan atlet yang harus di tekankan adalah pembinaan untuk pembentukan karakter dan mental antara lain :
1) Sportif, tekun dan disiplin.
2) Memiliki stabilisasi emosi yang baik dan terkontrol.
3) Membangun percaya diri.
4) Membangun moral yang baik.
5) Mampu mengembangkan fungsi otot dan faal,
6) Membangun semangat dan selalu ingin mengembangkan diri.
Pelatih merupakan role model yang akan menjadi contoh dan panutan bagi atlet-atlet usia dini, yunior atau pemula, semua perilaku pelatih akan menjadi acuan dan akan menjadi sorotan atlet dan masyarakat pada umumnya. Contoh-contoh positif dari pelatih akan membantu atlet dalam pembentukan karakter dan mental atlet.




